Semua pasti setuju bahwa Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki pesona alam yang luar biasa. Nggak mengherankan, kawasan ini menjadi destinasi primadona saat berlibur ke kota Malang, bukan cuma oleh para pecinta alam, tapi juga untuk orang biasa. Nah, bagaimana kalau kamu bukan anak pecinta alam, tapi tetap mau menikmati pemandangan di kawasan Bromo ini? Tenang, sekarang ada cara yang mudah untuk wisata Bromo dengan irit lho, yakni dengan jasa open trip. Mau tahu selengkapnya? Yuk baca terus!

Saat merencanakan liburan ke Malang tahun lalu Bersama teman-teman kantor, kami sudah memasukkan matahari terbit di Bromo sebagai bucket list kami. Tapi jujur ya, selama ini yang ada di benakku tentang wisata Bromo tuh ribet dan mahal karena dulu sempat denger-denger kalau kita harus nginep dulu di motel-motel sekitar kaki gunung sebelum mulai pendakian. Tapi ternyata nggak sama sekali lho guys!

matahari terbit di bromo
Indahnya matahari terbit di wisata Bromo

Cari Jasa Wisata Bromo yang Murah & Terpercaya

Yang perlu dipersiapkan sebelum pergi adalah mencari jasa open trip ke Bromo, bisa lewat Instagram atau Google, bebas. Yang penting pastikan trip tersebut terpercaya dan sudah banyak testimoninya supaya nggak ketipu. Saat itu kami ditawarkan 2 macam paket, yaitu private trip dan open trip. Kami dapat rate Rp 375 ribu untuk private trip dan Rp 300 ribu untuk open trip. Harga ini sudah termasuk penjemputan di hotel/lokasi lainnya di Malang, which is menurut aku murah banget.

Paket yang kami dapatkan meliputi beberapa titik/spot foto, yaitu:

  1. Puncak penanjakan sunrise
  2. Kawah Bromo
  3. Pasir berbisik
  4. Bukit Teletubies

Secara judul liburan kami waktu itu adalah budget vacation, kami pilih open trip wisata Bromo dengan kapasitas 1 kelompok 6 orang. Kebetulan kami bertiga, jadi kami digabung dengan 3 orang asing lainnya. Sebelum hari H, kami hubungi admin trip tersebut via WhatsApp untuk janjian di hotel tempat kami menginap, yaitu di Reddoorz Plus @Riverside Malang. Oh ya, mereka juga akan menjemput tengah malam, jadi pastikan kamu pasang alarm ya supaya jangan tertidur saat dijemput.

Perjalanan Menuju Puncak Penanjakan Bromo

Mobil jemputan kami datang sekitar pukul 12 malam. Dan setelah melakukan perjalanan 1 jam, kami tiba di sebuah titik kumpul yang keliatannya seperti restoran. Di situ kami diberikan sebotol air minum dan masker yang berfungsi untuk melindungi dari debu dan udara dingin. Selain itu, mereka juga memberi informasi mengenai rute penanjakan. Rupanya ada 2 rute penanjakan di Bromo, tapi kami diarahkan untuk melalui rute penanjakan 2 karena rute 1 sudah penuh. Katanya, rute 2 ini merupakan rute baru wisata Bromo dengan ketinggian yang lebih tinggi dari rute 1.

Tepat pukul 2 pagi, kami naik jeep ke kaki gunung Bromo. Aku kurang inget medannya secara gelap banget. Tapi yang pasti, perjalanan tersebut benar-benar off road dan bouncy, jadi harus hati-hati supaya kepala nggak kepentok atap jeep. Kalau bisa usahakan dapat posisi duduk di samping supir, soalnya kalau duduk menyamping di bagian belakang kurang nyaman, sebab sering merosot kalau lagi tanjakan.

Setelah off road kurang lebih 45 menit – 1 jam, kami diturunkan di sebuah warung. Udaranya terasa dingiiiiin banget, mungkin sekitar 10-13 derajat celsius. Jadi sambil menunggu peserta lain tiba, kami mampir beli susu jahe panas yang nggak sampai 5 menit udah dingin lagi. Huf.

minum susu jahe panas
Minum susu jahe panas untuk menghangatkan diri

Sesudah peserta yang lain tiba di area wisata Bromo, penanjakan pun dimulai. Awalnya kami semangat 45, tapi makin lama ternyata jalanannya makin curam. Meski udara dingin, lama-lama aku kehabisan nafas juga. Banyak orang yang menawarkan jasa sewa kuda dengan harga Rp 50-100 ribu. Tapi kalau nggak terpaksa banget sebaiknya nggak usah, karena ternyata kudanya juga nggak bisa mengantar sampai atas. Kudanya hanya bisa mengantar sampai di perbatasan menuju tangga saja.

Setelah penanjakan yang curam dan melelahkan, kami disambut dengan tangga yang panjaaaaang sekali. Kami naik tangga tersebut santai saja, kalau lelah kami berhenti untuk istirahat sejenak. Jujur, ternyata capek banget ya menanjak ke gunung. Padahal trek di ini sudah rapi diaspal dan diberi tangga.

Semua Terbayar dengan Keindahan Matahari Terbit

Puncak penanjakan 2 Seruni dibentuk menyerupai atap sebuah pura dengan 4 sudut. Sesampainya di sana, kami segera mengambil spot tempat duduk paling timur supaya tidak tertutup orang lain saat melihat matahari terbit. Pada pukul 4 pagi, suhu udara mencapai titik terendah. Dan bukan main-main dinginnya, sarung tangan pun tembus! Kami pun harus duduk berdekat-dekatan supaya bisa merasa lebih hangat. Sambil menunggu, kami membeli pop mie yang dijual seharga Rp 15 ribu. Sedangkan biaya sewa toilet di sana adalah Rp 5 ribu.

Tapiii…. Semua kelelahan, kedinginan, dan kantuk terbayar ketika melihat matahari terbit! Melihat hamparan kota Malang yang gelap ditembusi cahaya matahari berwarna oranye, benar-benar pengalaman yang mengesankan. Setelah lebih terang, kami mulai mengambil foto berlatar belakang gunung Bromo dan Semeru untuk kenang-kenangan. Rasanya 100 foto pun tidak cukup saking indahnya. Hahaha. Ini dia foto yang aku ambil saat matahari terbit.

Puncak Penanjakan 2 Seruni Bromo
Puncak penanjakan 2 Seruni Bromo
matahari terbit
Menyaksikan matahari terbit
kawah gunung bromo
kawah gunung bromo

Pukul 7 pagi, kami turun gunung (cailah) dan menuju ke spot-spot foto berikutnya, yaitu kawah Bromo, bukit teletubies, dan pasir berbisik. Spot favorit aku adalah bukit teletubies, bahkan ada pasangan yang sedang mengambil foto prewedding (nggak kebayang sih panasnya kayak apa). Di bukit itu, kami jalan-jalan ke sebuah pohon besar dan berteduh di bawahnya. Kebetulan ada sebuah dahan patah yang bisa untuk duduk-duduk sejenak sambil mengobrol.

Bukit Teletubies Wisata Bromo
Ala-ala menyusuri padang Bukit Teletubies
matahari terbit wisata bromo
Indahnya padang di bukit teletubies bromo

Yang Harus Dipersiapkan saat Wisata Bromo?

Setelah dari pasir berbisik, kami pun diantar menuju ke restoran untuk diantar kembali menuju titik awal penjemputan menggunakan mobil. Secara keseluruhan perjalanan tersebut memang melelahkan, tapi terbayarkan dengan indahnya Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Nah, untuk kalian yang mau pergi wisata Bromo, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan:

  1. Baju hangat lengkap, mulai dari kupluk (beanie), jaket (windshield kalau ada), baju, celana panjang, sarung tangan, kaus kaki, dan sepatu tertutup.
  2. Jangan menggunakan celana berbahan jeans karena dinginnya akan menembus kulit.
  3. Sepatu sebaiknya jangan berwarna putih, karena pasir di kawah gunung Bromo sangat kotor.
  4. Baju dalam tidak perlu yang tebal, karena suhu udara akan kembali normal setelah pukul 8 pagi.
  5. Masker atau buff diperlukan untuk menjaga hidung udara dingin.
jeep wisata bromo
Persiapkan semuanya dengan baik supaya wisata Bromo berjalan lancar

Itu dia persiapan yang dibutuhkan dan pengalamanku saat berwisata ke Bromo. Kalau kalian memiliki komentar atau masukan, jangan ragu untuk menuliskannya di sini ya. Semoga informasi ini bermanfaat, yuk kita pergi ke Bromo!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here