biaya melahirkan rs columbia asia pulomas

Hai semua, kali ini aku mau bercerita tentang pengalamanku kontrol kehamilan dan melahirkan secara caesar di RS Columbia Asia Pulomas, beserta review dan biaya nya. Semoga bisa menjadi pertimbangan untuk ibu lainnya yang mau ke RS Columbia Asia Pulomas juga. Yuk baca selengkapnya 🙂

Kesanku Terhadap Pelayanan Selama Kontrol

Saat pertama kali mengetahui tentang kehamilanku, aku dan suami segera mencari opsi rumah sakit terdekat untuk kontrol, harapannya sih bisa cocok dengan dokternya sampai melahirkan. Saat itu pilihan jatuh ke RS Columbia Asia Pulomas karena jaraknya dekat dari rumah, mereka pro ASI, dan biayanya bersaing kalau dibandingkan RS lain di area Kelapa Gading.

Kelebihannya, RS ini memiliki aplikasi untuk registrasi online. Tapi sekali waktu aplikasiku error dan nggak bisa login lagi, jadi setelahnya aku selalu registrasi melalui layanan Whatsapp. Hanya saja, menurutku registrasi online nggak membantu mempersingkat waktu tunggu di RS Columbia Asia, karena akhirnya siapa cepat datang dialah yang dilayani duluan. 

Awalnya, aku ingin kontrol dengan dr Nelson SpOG karena tahu dari forum kalau beliau adalah salah satu dokter obgyn favorit di RS Columbia Asia Pulomas. Tapi sayangnya ketika mau menjadwalkan kontrol pertama, dr Nelson sedang cuti. Akhirnya aku memutuskan ke dr Indriani SpOG.

Sejak kontrol pertama, aku merasa cocok dengan dr. Indriani karena dokternya ramah, ceria, dan sabar meskipun kita banyak tanya-tanya. Good vibes lah istilahnya. Cuma kita harus sabar-sabar antri kalau ke dr. Indriani, karena beliau dokter kandungan wanita terfavorit di RS ini. Aku bahkan pernah mengantri sampai 2 jam lebih sangking ramainya, dan pernah sekali waktu ke-skip antrian 🙁 bisa bayangin lagi hamil pegalnya kayak apa… 

Untuk biaya kontrol di tahun 2021, per bulannya cukup variatif yah di kisaran 500 – 2 juta rupiah, tergantung ada tambahan vitamin, cek laboratorium, atau tambahan alat nggak. Fee dokter spesialisnya sendiri masih di kisaran 200 ribuan. Untungnya selama aku kontrol, biayanya sebagian ditanggung oleh asuransi.

Kenapa Aku Akhirnya Melahirkan Caesar

Nah, saat kontrol di atas minggu ke 32, diketahuilah kalau anakku posisinya sungsang. Sudah kucoba berbagai cara supaya kepalanya berbalik, seperti nungging, jongkok, dll tapi nggak berhasil. Saat kontrol terakhir di week ke 38 kurang 3 hari, dokter bilang air ketubanku sudah tinggal sedikit dan plasentanya sudah tua, jadi harus segera dijadwalkan caesar.

Akhirnya aku dijadwalkan operasi caesar pada Senin, 2 Agustus 2021 jam 11 pagi. Aku diminta tiba di rumah sakit sejak jam 6 pagi dan sudah tidak boleh makan lagi 6 jam sebelum tindakan operasi. Sesampainya di RS, aku langsung naik ke lantai 5 untuk cek detak jantung janin, sedangkan suamiku ke bagian IGD untuk mendaftarkan tindakan operasiku. Deg degan sih, soalnya saat hamil aku sempat Covid-19 yang menurutku berimbas ke BB janin yang rendah, jadi berpotensi masuk ke NICU.

Sebelum operasi, aku diberi obat pematang paru oleh suster. Rasanya behh… Efek samping yang langsung kerasa itu seperti digigiti semut di bagian kemaluan :”) Setelah semua observasi selesai, aku dipindahkan ke kamar sesuai dengan kelas yang sudah kami pesan. Saat itu aku pesan kamar kelas 1, yang sendiri dan ada kulkas serta sofa, supaya suami bisa ikut menginap.

Hari H Operasi Caesar di RS Columbia Asia Pulomas

Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu tiba, dr Indriani minta jadwal operasiku dimajukan jadi jam 10. Setelah ganti dengan pakaian operasi, aku langsung dibawa ke ruang tindakan. Ruangannya nggak sedingin yang kubayangkan, bahkan dokter memutar musik jadi suasana agak cair. Susternya juga baik lho, mau mengambilkan foto aku dan baby selama proses persalinan.

Kemudian prosedur dimulai, dan nggak lama kemudian, terdengar bayi menjerit. Itu anakku! ♥ Setelah ditimbang, dibersihkan, dan dipakaikan kimono bayi, anakku ditempelkan sebentar ke pipi dan dadaku karena aku minta IMD. Bahagia banget sampai aku menangis.

Sesudahnya aku nggak sadar lagi karena biusku ditambah, tapi aku ingat mengalami sensasi seperti ditinju dan sesak napas. Kepala juga sempat berputar banget, sampai sesudah operasi rasanya aku keleyengan dan ingin muntah. Teh manis nggak membantu sama sekali… Untungnya aku bawa peptisol, minuman tinggi protein untuk pasca operasi. Aku rasa karena rajin minum peptisol aku bisa pulih dengan cepat. 

Malamnya aku sudah bisa miring ke samping, besokannya bisa duduk, dan lusanya sudah bisa jalan meski sedikit nyeri. Tapi selain makan yang bergizi, dokter Indriani juga cukup jago dalam operasi caesar lho. Beliau sering memberi webinar-webinar seputar metode ERACS, yakni caesar yang bisa pulih dalam waktu sehari. Bener-bener dokter kesayangan.

Review & Biaya Melahirkan di RS Columbia Asia Pulomas

Kalau dinilai dalam angka, aku beri RS Columbia Asia Pulomas 8/10. Aku merasa nyaman dan tenang selama dirawat di sana, makanannya juga variatif. Kalau kekurangannya, aku merasa ada 1-2 suster yang galak, dan ternyata RS ini menagih biaya yang mahal kalau kita menggunakan utility dari mereka, seperti popok atau alas perlak untuk penadah darah nifas. Jadi kalau mau melahirkan di RS Columbia Asia, pastikan perlengkapan bayi dan ibu jangan ada yang tertinggal.

Untuk biayanya, aku dikenakan kurang lebih 38 juta rupiah untuk keseluruhan tindakan operasi, rawat inap 3 hari, obat-obatan, dan perawatan bayi. Sebagian ditanggung asuransi, tapi kelebihannya harus kami bayar sendiri. Mereka juga menyediakan paket untuk yang mau pembayaran pribadi, tapi dihitung-hitung keluarnya sama saja dengan jika menggunakan asuransi juga. Ada pilihan BPJS, tapi tidak bisa dipakai kalau sejak awal sudah konsultasi di dokter sini.

Itu dia sedikit cerita pengalamanku kontrol kehamilan dan melahirkan di RS Columbia Asia Pulomas beserta dengan review dan biaya. Semoga informasi ini bermanfaat untuk ibu yang sedang mencari pilihan rumah sakit. Terima kasih sudah membaca!

Previous articleSyarat Pernikahan Katolik (Kanonik & Sipil) Part 2
Next articlePengalaman Eksklusif Pumping: Caraku Mengatasi ASI Sedikit & Tersumbat
A full time writer, millennial mother, and passionate lover. I love learning and sharing!

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here