syarat pernikahan katolik sipil

Hai semua! Di blog kali ini aku mau melanjutkan pembahasan syarat pernikahan katolik khususnya untuk mengurus catatan sipil. Ini adalah update terbaru tahun 2020 menurut pengalaman pribadi aku ya. Kalau ada yang belum baca cara mengurus catatan kanoniknya, bisa dibaca di sini. Mau tau kelanjutannya? Yuk baca terus!

1. Buat Surat Pengantar RT/RW

Langkah pertama untuk mengurus catatan sipil adalah masing-masing calon membuat surat pengantar RT/RW sesuai alamat pada KTP (bukan alamat domisili). Yang perlu disiapkan adalah fotokopi KTP dan KK, lalu sertakan juga sebuah notes berisi tanggal dan tempat pernikahan kamu.

Setelah surat pengantar RT didapatkan, kamu harus membawa surat tersebut ke kantor RW untuk ditandatangani. Setelah lengkap ditandatangani oleh RT dan RW baru deh surat pengantar tersebut bisa dibawa ke kelurahan dengan berkas-berkas lainnya!

2. Buat Surat Pengantar Kelurahan/Kecamatan

Syarat perkawinan katolik sipil berikutnya adalah surat pengantar kelurahan. Untuk mengurusnya, cukup banyak lampiran yang harus dibawa. Kalau kamu belum tahu sama sekali gambaran berkas apa yang harus dibawa, dijamin kamu akan bolak-balik karena ke sana cuma untuk tanya-tanya doang. Jadi untuk membantu, berdasarkan pengalaman aku, ini adalah berkas yang harus dikumpulkan:

 

Nah, setelah semua berkas di atas terkumpul, buat semuanya dalam 3 rangkap. Jadi yang asli (seperti surat pengantar RT/RW, surat sehat, surat pernyataan) harus difotokopi 2x, sedangkan yang sudah berbentuk fotokopian (KTP, KK) harus disediakan 3 rangkap. Setelah itu, petugas kelurahan akan memberikan tanda terima untuk mengambil surat pengantar kelurahan yang sudah jadi. Proses ini memakan waktu 2-3 hari kerja.

Setelah menerima surat pengantar kelurahan, kamu masih perlu membawanya ke kecamatan untuk ditandatangani oleh camat. Setelah mendapatkan tanda tangan camat, baru deh rangkaian syarat perkawinan katolik yakni surat pengantar kelurahan ini selesai!

3. Buat Surat Permohonan Menikah di Sudin Dukcapil

Surat pengantar kelurahan/kecamatan dari kedua calon pengantin itu kemudian dibawa ke dukcapil untuk memohon pencatatan sipil pernikahan kalian. Dukcapil ini dipilih berdasarkan lokasi pernikahan kalian, bisa ngikut ke wilayah si perempuan atau laki-laki, atau numpang nikah (misalnya di Bali). Nah, untuk mendapatkan jadwal pencatatan sipil pernikahan, berikut berkas-berkas yang harus disediakan dari pihak laki-laki dan perempuan.

 

Setelah berkas-berkas lengkap diserahkan ke petugas Dukcapil, kita akan diberi jadwal untuk mencatatkan pernikahan sipil sesudah pernikahan agama dilangsungkan. Biasanya H+2 hingga H+10 dari pernikahan agama masih diperbolehkan. Saat itu kita juga harus menyertakan surat keterangan menikah dari gereja dan membawa 2 orang saksi berusia 21 tahun ke atas dan bukan orang tua (tapi boleh saudara kakak adik).

Akhirnyaaa… Syarat pernikahan katolik untuk catatan sipil selesai deh!

Menurut aku, mengurus catatan sipil memang sedikit lebih ribet daripada syarat perkawinan katolik yang kanonik, apalagi kalau kita ngurus sendiri (nggak minta tolong sama orang dalam). Aku lumayan bolak-balik mengurus catatan sipil ini. Untungnya aku sudah mulai mengurusnya dari H-4 bulan, jadi H-1 bulan sudah beres.

Semangattt untuk semua calon pengantin yang akan mengurus berkas-berkas administrasi syarat perkawinan katolik! Dinikmati prosesnya, dan semoga kerepotan dalam mengurus administrasi pernikahan ini jadi pengalaman berkesan. Jangan kawin-cerai deh, ribet ngurusnya! Hehehe…

Kalau kalian punya pertanyaan atau pengalaman serupa, jangan sungkan tinggalkan komentar di bawah yaa. Terima kasih sudah membaca!

Previous articleSyarat Pernikahan Katolik (Kanonik & Sipil) Part 1
Next articleMelahirkan Caesar di RS Columbia Asia Pulomas: Review & Biaya 
A full time writer, millennial mother, and passionate lover. I love learning and sharing!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here